Warning: Creating default object from empty value in /home/vol2_1/phpnet.us/s/siji/htdocs/components/com_sh404sef/shInit.php on line 37
Pengertian Islam dan Kebudayaan Jawa | Islam & Budaya Jawa
forex trading logo

Follow siji On

Facebook Twitter Google Bookmarks RSS Feed 
Branda
Pengertian Islam dan Kebudayaan Jawa PDF Cetak Email
Penilaian User: / 3
TerburukTerbaik 
Kuliah - Islam & Budaya Jawa
Ditulis oleh Administrator   
Selasa, 03 Agustus 2010 21:30
Makalah
Disusun Guna Memenuhi  Tugas
Mata Kuliah: Islam Dan Kebudayaan Jawa
Dosen Pengampu: Ibu Naili Anafah, M.Ag
Disusun Oleh : Akhmad Kholishudin ( 72211017 ) Anita Indra Prasta (72211018)
FAKULTAS SYARI'AH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2009

Pengertian Islam Dan Kebudayaan Jawa

I. Pendahuluan

Islam adalah agama Islam yang universal dan mempunyai ajaran yang masih bersifat global. Islam merupakan salah satu agama terbesar di dunia, yang pada saat ini sedang mendapat ujian yang sangat berat. Oleh sebab itu, berbicara tentang budaya jawa tidak dapat dilepaskan dari peradaban budaya yang sangat luas, yakni budaya Indonesia yang terbentuk dengan budaya yang menganut system budaya terbuka. Sehingga budaya yang masuk kejawa yang bisa diterima.

Ajaran-ajaran yang penuh dengan kemaslahatan bagi manusia ini, tentunya mencakup segala aspek kehidupan manusia. Tidak ada satu ucapan pun bentuk kegiatan yang dilakukan manusia, kecuali Allah telah meletakkan aturan-aturannya dalam Islam ini. Kebudayaan adalah salah satu dari sisi penting dalam kehidupan manusia, dan Islam pun telah mengatur dan memberikan batasan-batasannya. Budaya cakupannya lebih luas yang masyarakatnya sudah mempunyai kepercayaan tertentu.

Hal ini pula yang menjadi banyak pertanyaan apakah mungkin Negara yang super canggih dapat diserang begitu saja (kecolongan)? Apakah ini hanya sebuah strategi untuk memojokkan Islam? Apakah hanya untuk menguasai minyak dia rela mengorbankan banyak nyawa? Belum selesai kasus teroris tiba-tiba kita dikagetkan dengan propokasi dari pihak yang tidak bertanggung jawab, kali ini datangnya dari Denmark salah satu warganya membuat karikatur yang membuat gerah umat Islam. Akan tetapi kayaknya cobaan belum selesai bagi umat Islam baru-baru ini kita dikagetkan lagi oleh film dokumenter yang berjudul “Fitna” hasil karya anggota parlemen yang “Terhormat” dari Negara Kincir Angin.

 II. Permasalahan

 Dalam makalah ini terdapat beberapa rumusan masalah, yakni:

  1. Pengertian Islam dan kebudayaan jawa ?
  2. Apakah Islam adalah suatu kebudayaan ataukah kebudayaan yang berasal dari Islam?
  3. Ciri-ciri
  4. Bagaimana hubungan antara keduanya?

III. Pembahasan

 A. Pengertian Islam Dan Kebudayaan Jawa

Agama Islam merupakan agama yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW untuk semua makhluk. Sehingga Islam merupakan pembentuk jati diri orang jawa. Ajaran dan kebudayaan jawa mengalir sangat deras dari kebudayaan Arab dan Timur Tengah yang memberi warna kepada kebudayaan jawa. Agama Islam disebarkan oleh Nabi Muhammad SAW pada mulanya pada kalangan terbatas yakni kalangan keluarga dan sahabatnya terdekatnya.[1] dan para ulama’ yang mewarisi keIslamannya dari Nabi.

Sedangkan kebudayaan menurut bahasa adalah kegiatan, dan penciptaan batin (akal budi) manusia seperti kepercayaan kesenian dan adat istiadat.[2] Menurut Koentjaraningrat kebudayaan secara istilah adalah semua tindakan manusia dalam mengatasi persoalan-persoalan yang berkaitan dengan hidup dan kehidupanny. [3] Kebudayaan adalah hasil upaya manusia didalam mengelola lingkungannya demi survival “keselamatan” dan kesejahteraannya. Kebudayaan dapat bersifat kata kerja yaitu berbudaya atau membudaya, maupun kata benda yaitu dalam bentuk karya-karya budaya seperti arsitektur, organisasi masyarakat, berbagai jenis kesenian, perlengkapan dan gagasan-gagasan.

Sedangkan ahli sejarah mengartikan kebudayaan sebagai warisan atau tradisi. Bahkan antropologi melihat kebudayaan sebagai tata hidup, way of life, dan kelakuan. Sehingga kebudayaan sering di terjemahkan sebagai tsaqofah yang berarti tindakan menjadi lebih cerdas atau berpengetahuan. Yang lebih tepatnya adalah istilah adab; yang dalam tradisi klasik berarti husn (keindahan, kebaikan), perkataan, sikap, dan perbuatan, sebagaimana Nabi Muhammad SAW.

Berkata tentang dirinya Allah telah memberiku kebudayaanku, ia telah membuatnya menjadi kebudayaan yang baik.[4]

Islam sebagaimana telah diterangkan di atas, dating untuk mengatur dan membimbing masyarakat menuju kepada kehidupan yang lebih baik dan seimbang. Dengan demikian Islam tidaklah datang untuk menghancurkan budaya yang telah dianut suatu masyarakat, akan tetapi dalam waktu yang bersamaan islam menginginkan kepada umat manusia ini jauh dan terhindar dari hal-hal yang tidak bermanfaat dan membawa mudlarat bagi kehidupan.

 B. Apakah Islam Adalah Suatu Kebudayaan Ataukah Kebudayaan Yang Berasal Dari Islam?

Sebagai umat Islam yang taat kita punya keyakinan bahwa Islam itu bukan kebudayaan tetapi para orientalis barat menganggap bahwa agama Islam adalah kebudayaan, mereka beralasan bahwa agama Islam ini merupakan hasil kreasi dari Muhammad Bin Abdullah yang merasa jenuh terhadap keadaan spiritual masyarakat Mekah pada waktu itu.

Menurut pengertian di atas Islam bukanlah kebudayaan, karena dalam Islam khususnya dari segi ibadah ritual kita kepada sang Khalik ini merupakan perintah langsung dari Allah SWT yang di contohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Akan tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa dalam Islam ada kebudayaan-kebudayaan.

Namun kalau kita mengkaji dari pengertian di atas dan atas keyakinan kita bahwa jelas Islam bukan kebudayaan. Seperti contoh dalam bentuk Masjid dan Shalawat yang sering dinyanyikan, ini merupakan hasil dari kreasi umat islam karena dalam Al Qur’an maupun sunnah nabi menyebutkan yang mengharuskan bentuk Masjid harus seperti apa. Tapi sejatinya kebudayaan yang di maksud ini tidak beretentangan dengan syariat yang dibawa oleh Islam. Kalau sudah bertentangan ataupun namanya dan apapun alasannya ini sudah merupakan bentuk pemurtadan.

 C. Ciri-cirinya

Cirri kebudayaan jawa ketika dilihat dari kemampuannya yakni membiarkan diri larut oleh kebudayaan jawa, sebagai manusia dalam lingkup alam semesta, yang diperlukan adalah cara menghadapi hidup untuk memperoleh kedamaian, keseimbangan,mendekatkan diri kepada Allah. Cirri kepasrahan total inilah yang menyebabkan Islam esetoris mampu membaur dengan kebudayaan jawa.

Dengan demikian, percampuran Islam esetoris dan budaya jawa menghasilkan budaya Islam-jawa yang dinamis, yang memiliki bentuk dan makna tertentu dalam upaya mencintai Tuhan yang tunggal ( monotheis ), tidak begitu saja menghilangkan pantheis-budhiesme-india ( politheis ) dan animisme (pemuja arwah leluhur) yang melekat dalam keseharian masyarakat jawa.

Dalam kehidupan orang jawa masih membeda-bedakan antara orang priyayi yang terdiri dari pegawai negri dan kaum terpelajar, dengan orang kebanyakan yang disebut wong cilik, seperti petani, tukan-tukang dan pekerja kasar lainnya, disamping keluarga kratondan keturunan bangsawan atau bendara-bendara. Kemudian menurut criteria  pemeluk agamanya, orang jawa biasanya membedakan orang santri dengan agama kejawen.

 D. Bagaimana Hubungan Antara Keduanya?

Sebagian ahli kebudayaan memandang bahwa kecenderungan untuk berbudaya merupakan dinamik ilahi. Bahkan menurut hegel, keseluruhan karya sadar insani yang berupa ilmu, tata hokum, tata Negara, kesenian, dan filsafat tak lain dari pada proses realisasi diri dari roh ilahi.

Sebaliknya sebagian ahli, seperti seperti peter jan bakker, dalam bukunya “filsafat kebudayaan” menyatakan bahwa tidak ada hubungannya antara agama dan kebudayaan. Karena menurutnya bahwa agama merupakan keyakinan hidup rohani pemeluknya, sebagai jawaban atas panggilan ilahi. Keyakinan ini disebut iman. Iman merupakan pemberian dari tuhan, sedangkan kebudayaan merupakan karya manusia. Sehingga keduanya tidak bias ditemukan.

Karena ahli antropologi mengatakan bahwa manusia mempunyai akal pikiran dan mempunyai pengetahuan yang digunakan untuk menafsirkan berbagai gejala serta symbol-simbol agama. Pemahaman manusia sangat terbatas dan tidak mampu mencapai hakekat dari ayat-ayat dalam kitab suci masing-masing agama. Mereka hanya dapat menafsirkan ayat-ayat suci tersebut sesuai dengan kemampuan yang ada. Disinilah, bahwa telah menjadi hasil kebudayaan manusia. Berbagai tingkah laku keagamaan. Masih menurut antropologi, bukanlah diatur oleh ayat-ayat dari kitab suci. Melainkan intrepertasi terhadap ayat-ayat suci tersebut.

Hubungan islam dan budaya jawa dapat ikatakan sebagai kedua sisi mata uang yang tidak dapat terpisahkan; yang secara bersama-sama menentukan nilai mata uang tersebut. Pada satu sisi, islam yang datan berkembang dijawa dipengaruhi oleh kultur atau budaya  jawa. Sementara itu, pada sisi yang lain, budaya jawa makin dipercaya oleh khasanah ilam. Dengan demikian, perpaduan antara keduanya menampakkan atau melahirkan cirri yang khas sebagai budaya yang singkretis, yakni islam kejawen (agama islam yang bercorak keagamaan). Pada titik inilah terjadi semacam “simbiosis mutualisme” antara islam dan budaya jawa. Keduanya (yang kemudian bergabung menjadi satu) dapat berkembang dan dapat diterima oleh masyarakat jawa tanpa menimbulkan friksi dan ketegangan. Padahal antara keduanya sesungguhnya terdapat beberapa celah yang sangat memungkinkan untuk saling berkonfrontasi. [5]

 IV. Kesimpulan

Islam adalah sebagai agama yang universal dan mempunyai ajaran yang masih bersifat global. Islam merupakan salah satu agama terbsar didunia, yang pada saat ini sedang mendapat ujian yang sangat berat. Sedangkan pengertian kebudayaan menurut bahasa adalah kegiatan, dan penciptaan batin (akal budi) manusia seperti kepercayaan kesenian dan adat istiadat.

Sebagai umat islam yang taat kita punya keyakinan bahwa islam itu bukan kebudayaan akan tetapi orientalisbarat menganggap bahwa agama islam adalah kebudayaan, mereka beralasan bahwa agama islamini merupakan hasil kreasi dari Muhammad bin Abdullah yang merasa jenuh terhadap keadan spiritual masyarakat mekah pada waktu itu.

Cirri kebudayaan jawa ketika dilihat dari kemampuannya yakni membiarkan diri oleh kebudayaan luar dan disaat sama mempertahankan eksistensinya. Bagi masyarakat jawa, sebagai manusia dalam lingkup alam semesta, yang diperlukan adalah cara menghadapi hidup memperoleh kedamaian, keseimbangan, mendekatkan diri epada yang dikodrati Tuhan. Cirri kepasrahan total inilah yang menyebabkan islam esetoris mampu membaur dengan kebudayaan jawa. Bahwa agama merupakankeyakinan hidup rohani pemeluknya,sebagai jawaban atas panggilan ilahi. Keyakinan ini disebut iman, dan iman merupakan pemberian dari tuhan, sedangkan kebudayan merupakan karya manusia. Sehingga keduanya tidak bias ditemukan.

 V. Penutup

 Ahamdulilah puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan petunjuk dan hidayah-Nya sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Makalah ini tentunya masih banyak kekurangan baik sengaja maupun tidak sengaja. Maka dari itu, saran dan kritik dari bapak dosen dan para audien yang sifatnya konstruktif sangat kami harapkan demi perbaikan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin.

 DAFTAR PUSTAKA

 Hariwijaya, M, Islam Kejawen,Yogyakarta, perum pertamina,2004

Kamus Bahasa Indonesia, edisi ketiga, 1990 departemen pendidikan nasional, bala pustaka

Priyo Prabowo, Dhanu, dkk, Pengaruh islam dalam karya-karya.R.Ng.ranggawarsito, Yogyakarta,Narasi, 2003

Faruqi ,Ismail R, Islam dan Kebudayaan,MIZAN, Bandung, 1984

 


[1] M.hariwijaya, Islam Kejawen,Yogyakarta, Perum Pertamina,2004, Hlm 147

[2] Kamus Bahasa Indonesia, Edisi Ketiga, 1990 Departemen Pendidikan Nasional, Bala Pustaka, Hlm 169

[3] Dhanu Priyo Prabowo, dkk, Pengaruh Islam Dalam Karya-Karya.R.Ng.Ranggawarsito, Yogyakarta,  Narasi, 2003, Hllm 24

[4] Ismail R Faruqi, Islam dan Kebudayaan,MIZAN, Bandung, 1984, Hlm 7

[5] Ibid,Dhanu Priyo Prabowo, Pardi,Imam Budi Utomo, hlm 9-10

 

Add comment


Security code
Refresh


Hot Threads


Warning: Creating default object from empty value in /home/vol2_1/phpnet.us/s/siji/htdocs/modules/mod_mostread/helper.php on line 79

Warning: Creating default object from empty value in /home/vol2_1/phpnet.us/s/siji/htdocs/modules/mod_mostread/helper.php on line 79

Warning: Creating default object from empty value in /home/vol2_1/phpnet.us/s/siji/htdocs/modules/mod_mostread/helper.php on line 79

Warning: Creating default object from empty value in /home/vol2_1/phpnet.us/s/siji/htdocs/modules/mod_mostread/helper.php on line 79

Warning: Creating default object from empty value in /home/vol2_1/phpnet.us/s/siji/htdocs/modules/mod_mostread/helper.php on line 79

New Post


Warning: Creating default object from empty value in /home/vol2_1/phpnet.us/s/siji/htdocs/modules/mod_latestnews/helper.php on line 109

Warning: Creating default object from empty value in /home/vol2_1/phpnet.us/s/siji/htdocs/modules/mod_latestnews/helper.php on line 109

Warning: Creating default object from empty value in /home/vol2_1/phpnet.us/s/siji/htdocs/modules/mod_latestnews/helper.php on line 109

Warning: Creating default object from empty value in /home/vol2_1/phpnet.us/s/siji/htdocs/modules/mod_latestnews/helper.php on line 109

Warning: Creating default object from empty value in /home/vol2_1/phpnet.us/s/siji/htdocs/modules/mod_latestnews/helper.php on line 109

Powered by Joomla!. Designed by: free joomla templates ntc dedicated hosting Valid XHTML and CSS.